Kehadiran pabrik tersebut membuat seluruh proses produksi Isuzu berlangsung di Indoensia. Tidak hanya untuk pemenuhan pasar domestik tetapi, juga memenuhi pasar ekspor. Pabrik itu menjadi basis produksi bagi emerging countries alias negara-negara berkembang, kata Regional Manager DKI Jakarta & Wes Java PT IAMI, Christoforus Ronny Ng, di Trans Luxury Hotel, Bandung, akhir pekan lalu.

Negara-negara yang nantinya akan dibidik IAMI nantinya tidak hanya ASEAN. “Yang jelas, adalah negara yang masih menerapkan regulasi Euro 2. Kami tidak menembus negara yang sudah menerapkan Euro 3 kendati berada di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Sementara General Manager CV Sales PT AIMI, Daisuke Yamada, menambahkan, saat ini, perkembangan pembangunan pabrik tersebut memasuki fase tiang pancang. Jika tidak ada kendala, pabrik yang menghabiskan investasi sekitar Rp 1,5 triliun itu, beroperasi tahun depan.

Selain pabrik, Isuzu pun terus menambah outlet minimal satu outlet per bulan. Yang terkini, kata Yamada, adalah pengoperasian outlet Asco Isuzu Garut. “Di Jabar, itu merupakan yang ke-9. Sementara secara nasional, itu yang ke-96,” katanya.

Berbicara tentang penjualan di Jabar, Regional Head Jabar PT AIMI, Yohanes Kurniawan, mengatakan, hingga akhir tahun ini, pihaknya memproyeksikan penjualan sekitar 2.500 unit. “Angka itu tidak termasuk Asco Isuzu. Jika termasuk Asco, perkiraannya 3.500 unit,” ujarnya.

info: tribunnews

harga isuzu